Tak Hanya Menulis, Pandai Berbahasa Inggris Penting untuk Jurnalis
(kiri)
Moderator, Fikry Zahria Emeraldien, (kanan) Redaktur Jawa Pos, Bayu Putra saat
melakukan workshop jurnalistik di Zoom Meeting (28/10) |
Surabaya – Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Ampel Surabaya mengadakan workshop jurnalistik dengan tema “Proses Produksi Berita dan Desain Media Cetak” pada tanggal 28 Oktober 2021 melalui platform Zoom Meeting.
Workshop ini menghadirkan dua pembicara yang luar biasa, salah satunya yaitu Bayu Putra, asisten redaktur Jawa Pos. Dalam workshop ini, Bayu menyampaikan mengenai materi “Hari-hari Bersama Presiden: Kisah Liputan Jurnalis Media Cetak”. Ada beberapa tips yang disampaikan untuk bisa menjadi seorang jurnalis, salah satunya yaitu mahir berbahasa asing minimal Bahasa Inggris.
Bahasa Inggris merupakan bahasa yang digunakan dan diterima di berbagai negara. Salah satu penyebabnya karena bahasa Inggris mempunyai perkembangan kosa kata yang sangat pesat, bahkan bisa mencapai 8.500 per tahun. Bahasa Inggris juga memiliki tata bahasa yang paling mudah dibandingkan dengan bahasa yang lain. Oleh sebab itu, bahasa Inggris ditetapkan menjadi bahasa Internasional.
Tugas dari seorang jurnalis adalah wawancara dan membuat naskah berita. Tidak sedikit, jurnalis yang membuat berita berbahasa Inggris. Selain itu, wawancara dengan narasumber tidak selalu dengan orang lokal. Sangat mungkin seorang jurnalis melakukan wawancara dengan orang mancanegara. Hal ini menjadi suatu tuntutan bagi seorang jurnalis untuk menguasai bahasa Inggris, baik pasif maupun aktif.
Hal ini disampaikan oleh Bayu Putra yang pernah menjadi wartawan kepresidenan di Istana Negara. “Seringkali saya kedatangan tamu-tamu negara, tidak mungkin mereka memberikan statement menggunakan bahasa Indonesia, pasti menggunakan bahasa Inggris. Jadi, kefasihan bahasa Inggris itu penting untuk wartawan sekarang,” ucapnya.
Selain memiliki kosa kata dan pandai dalam berbicara, kefasihan jurnalis dalam berbahasa Inggris akan memberikan kesan yang baik. Hal ini akan mempermudah jurnalis ketika melakukan wawancara dengan narasumber mancanegara. Selain itu, menulis berita dengan bahasa Inggris yang baik dan benar akan menarik para pembaca untuk membaca berita tersebut.
Memang, sepertinya menjadi jurnalis banyak sekali tuntutan, salah satunya harus menguasai bahasa Inggris. Akan tetapi, jika jurnalis mau untuk berproses dan berusaha menjadi jurnalis yang sesuai dengan syarat yang ada, maka pekerjaannya akan menjadi lebih mudah. Selain itu, produk liputan dan tulisan yang dihasilkan akan memuaskan para pembaca.
Eka Nurul Habibah (B91219097)
Komentar
Posting Komentar